Rabu, 06 November 2013

First Riding Impression SYM Atilla 125 cc

Standard


Bro sekalian, setengah Rit setelah TMCBlog mencoba SYM Shark, langsung tukeran pake SYM Atilla warna Putih. Jujur . . . ini adalah saat pertama kali saya nyobain motor dengan spek ban 10 inchi :D  . . . Ergonomi naik SYM Atilla lebih santai,  walau body Atilla kecil, kaki tmcblog cukup leluasa dan Dengkul nggak mentok juga di dek depannya , tapi nggak bisa buat selonjoran . . . dan kesan pertama . . . ini motor nil inil inil . . ringan bangeeettts :D bro he he he
Baik bantingan maupun handling lumayan beda signifikan dengan SYM Shark . . . sangat ringan bin enteng  . . . bisa jadi ini dikarenakan  dimensi roda nya yang cukup kecil. Saking ringannya, jika kita hanya tangan satu ngendarainnya dengan speed rendah akan geal geol dah handlebarnya xixixiixxi, karena ban juga kali yah ? Tarikannya Gimana? Lagi lagi nggak kayak Shark . . . lebih berat lagi di rpm rendah dan walau udah mulai nyoos di kecepatan 45 km/jam ke atas . . . teteup rada ngosngosan buat ngejar 100 km/jam (on spedometer)  walaupun akhirnya nyampe juga :D . . . Yaaah emang nih motor  bukan buat kebut kebutan kali yah? Buat ngantor ataw ke kampus kayaknya pol banget buat mbak mbak :D
:roll: sekilas mirip Benson Like, cmiiw
Selesai ngetes larinya . . . sisa perjalanan dipake buat gaya riding selap salip antrean mobil yang sedikit maceeet di lampu merah  . . . kanan kiri sambil mencet lampu sen yang aktif disertai bunyi niiit niiit niit niiit, halah lucu bangettts kayak truk mau mundur . . . tapi masih untung sih coba kalo nyet nyet nyet . . . bisa berabe kita xixixiixxi :D  tapi emang gape banget nih motor buat selap selip di kemacetan ringan dan responsif handlingnya :D
Gimana Suspensinya? mantabbb . ..  nggak kekerasan sehingga jedag jedog , nggak juga terlalu lembut . .. moderate lah kelembutannya . . . yang manteb adalah Rem depannya . . . lumayan pakem  . . . bisa jadi ini dikarenakan Ban kecil yang diameter cakramnya  bila dihitung rasio cuma 50% dari panjang jejari velgnya sendiri plus dijepit kaliper segede jengkol ( halah jadi inget semur jengkol :mrgreen: )
:roll: pas dah ama postur tubuh kayaknya
Overall pokoke ini motor super ringan dan lucu . . . Namun kayaknya cukup segmented dari jenis desainnya dan bentuk bannya. Secara fungsional, skuter ini jauh lebih khusus dibandingkan SYM Shark . . .  Harganya  cukup tinggi ( 15,7 jeti ) bila dibandingkan skuter retro jepang, namun buat yang emang kiblatnya udah demen ke skuter Taiwan sih kayaknya harga segini bisa jadi Oke oke aja . . . so harga emang relatip kalo udah kepatil . . .apa aja dimaharin dah he he he . . . Yo wes silahkan dikunyah-kunyah . . . Semoga Berguna

First Riding Impression Yamaha New Scorpio Z 225CC

Standard


Bro sekalian Hari sabtu ini 25 September, TMCblog.com, Mas tri dan Pak Edo memperoleh kesempatan riding dari Sukapura ke Savana Kawasan Bromo-Tengger. Saya (tmcblog.com) dan Mas Tri mendapat kesempatan pertama Test Ride Yamaha New Scorpio Z. Memang sejak dijakarta sudah diniatkan untuk test ride motor ini Saya pesan kepada Mas Riza dan Pak Indra Dwi Sunda.  Terus terang Ini adalah kali pertama mengendarai Yamaha Scorpio Z series. Saya memperoleh Unit Yamaha Scorpio Z Warna Merah Marooon Lagi He he he he. mengenakan dua lapis jaket, protector lutut dan siku, Sarung Tangan, dan Helm Full face. First Impressionsaatduduk di jok nya adalah masalah ergonomi . . . hmmm khas motor adventure/ cruiser dengan  bagian depan sedikit tinggi. Perjalanan dari Sukapura dipenuhi oleh tanjakan-tanjakan tajam yang di bumbui oleh kelokan tajam. Kami semua berjalan dibelakang Road captain berupa sebuah Toyota Hilux milik Polsek Probilinggo Dan saya riding persis berada di belakang Road captain . ..  jadi banyak foto-foto ridingnya bro :) .
Pembatasan Point of View
Dengan Medan tanjakan ke arah bromo, aura yang didapat adalah Adventure . . . so jadi saya nggak berniat menggali masalah Performance yakni Seperti Top speed, akan tetapi akan mengulas Variabel-variabel yang dibutuhkan pada saat menggunakan motor untuk berpetualang/Touring dengan medan pegunungan yakni masalah handling, dan traksiHandling Motor ini seperti layaknya dua motor sport >200 cc yang pernah saya pakai yakni Honda Tiger dan Suzuki Thunder 250 sangat stabil. Tidak ada terlihat godek-godek saat dibawa jalan menurun dan naik di pegunungan. Cornering Gimana? Yaaa walaupun nggak terlalu rebah . . . Traksi motor cukup nurut saat dihajar di kelokan yang dikombinasikan dengan handycap tanjakan/Turunan . . . mantaaab
Pengereman dan Suspensi
Pengeremannya gimana? Rem cakram Double piston didepan cukup pakem,  piringannya cukup lebar sehingga lebih mengoptimalkan cekraman kaliper. Rem Belakang yang masih Tromol masih kurasa cukup pakem dan Proporsional. Gimana Suspensinya? Suspensi Sok depan nya cukup nyaman untuk digeber di turunan terutama . . . Sok belakangnya? Cukup Proporsional lendutannya dengan variabel rebound yang  sepertinya memang di desain untuk pemakaian Harian. Gak ada perasaan Ban Ngegasrot spatbor belakang.
Traksi
Naik di jalanan pegunungan, Traksi sangat penting. Oleh karena itu saya hanya menggunakan 3 gear dari 5 yang tersedia di motor ini. itupun gigi 3 sangat jarang digunakan.  di Gigi 1 dan 2 terasa banget motor ini Cukup Tourquekhas motor BIG SINGLE. Dengan gear rendah saya mencoba agar tidak terjadi loose power saat pergantian gear tiba-tiba, memaintenance Traksiban, dan berusaha mengoptimalkan engine brake saat turun . . . BIG SINGLE engine Brake nya udah ketebak kan . . . mirip dijambak he he he he . . . Over All . . . New Scorpio Z cukup Layak menjadi Pilihan bro semua akan sebuah Motor sport yang untuk pemakaian Harian dan Touring/Adventure . . . nah Gimana dengan Impresi saat motor ini di geber di ajalan berpasir seperti di gurun Pasir Bromo? Silahkan tunggu Part Keduanya . ..
:roll: Taufik TMCblog, Triatmono, Edo Rusyanto
Untuk sementara silahkan dikunyah-kunyah Info dari artikel ini . . .  Mengenai Bromo sendiri . . . hmmmm sangat menakjubkan pemandangan dan suasana landscape ciptaan Allah SWT ini dan saya nggak sungkan-sungkan untuk merekomendasaikan daerah ini untuk di coba oleh bro sekalian . . . silahkan share komentar dan semoga berguna . . . salam dari SAVANA kawasan Bromo Tengger. Postingan ini Bisa Blogger Lakukan berkat kerja Luar Biasa Bro Fauzi dari Arsen  penyelenggara Jasa Internet yang Sadis banget Bikin koneksi Wifi di Padang Savana ini dan dan pak Rony Apung dari Nadyne nbeserta seluruh Kalangan Internal Yamaha yang Standby di Savana . . . mantaab

Nyobain Ducati Superbike 999 Testastretta di Sirkuit Sentul

Standard


Sabtu Pekan Lalu, Saya mendapat telefon langsung dari Pak Jade, Ketua Ducati Desmo Owner Club Indonesia (DDOCI). Beliau Mengundang saya untuk menghadiri latihan resmi Klub Ducati ini di SirkuitInternasional SentulKamis Pekan ini. Beliau secara Khusus bilang kepada saya bahwa  akan membawa serta satu Unit Ducati Superbike 999 Testastretta , Khusus Untuk di coba TMC Muter-muter sentul . . . Waaa, Pak Jade Baik  Banget, mau meminjamkan motor yang pernah disegani di ajang WSBK. Mo Apalagi selain Mengiyakan Undangan Special ini. Sebagai EO acara adalah Satar Stoner, pemilik Blog Indobiker
Saya datang di TKP cukup early . .. Tapi di pelataran Parkir telah ada sebuah Mobil berjenis Van-Bak yang merupakan unit Ducati Transporter. Isi Baknya ada dua Motor Merah : Ducati SBK 999 Testastretta yang pernah 3 tahun berturut-turut (2004-2006) menjuarai Gelaran WSBK dengan 3 rider berbeda Neil Hodgson (2004), James Toseland (2005) dan Troy Baylis (2006)   . ini kah Motor yang dijanjikan pak Jade untuk ku? ternyata Benar bro. Telah lebih pagi dari saya Pembalap berbakat Ducati Dhimas Ecky yang rencananya sekalian ikut Latihan. Lalu ada Ducati Monsterb dan ducati 996 . Lha Satar belom nongol :?:
Bro Satar akhirnya Nongol . .. Tapi Ducati 848 Indobiker, SteetFighter dan Ducati 1098 nya Dhimas telad Dateng. Setelah semuanya Siap, mulai beriringan memasuki Arena sirkuit, TMC menggunakan Pant Komine with Knee slide, Helm AGV K3, Jacket Kulit dan Glove AHRS. Yang membuat saya lebih PD, memang ternyata seat Heightnya friendly banget sama postur tubuh saya. Nyalain Starter waaaa . . .suara mesinnya kalo yang biasa pasti bilang ini motor mesinnya Kasar banget he he he . . . Lha Iya bro orang mesin 999 ini termasuk varian Kopling kering he he he. Tapi tentu saja . . . Tetap mesin L Twin plus Desmodromic Valve actuated – Klepnya.
Dua lap Pertama Ibarat Penjajakan saya terhadap sosok ducati Superbike ini. Indobiker mengikuti dibelakang dengan 848 merahnya (kata Bro satar sih Racing Line ku sudah cukup baik he he he) . Impresi Pertama .. . Ini Motor Sangat Torque !! Ergonomi . . . Ya racing lah plus berat (kosongnya aja 200 kg)  :) , tapi masih bisa saya atasi, selama kaki masih bisa napak . mengendarai Motor ini, Kita harus terbiasa menahan gaya reaksi setir saat melakukan Counter steering di tikungan. Walaupun sudah menggunakan steering damper, kita kudu siap-siap menjinakkan kemudinya . . kudu sering-sering latihan fisik bagian tangan semisal barbel githu.
Di Belokkan seperti pada hairpin S kecil dan S besar  catatan speed saya sepertinya lebih pelan dibandingkan saat menggunakan CBR 600RR nya bang Bona pekan yang lalu . . . bener kata orang, Walaupun ini Motor 999 merupakan Motor ducati yang paleng deket feelingnya dengan motor jepang . . . tapi tetep sulit dijinakkan. Tapi Di Straight saya bisa lebih cepat dari saat menggunakan CBR 600 pekan kemarin . . . Top Speed di speedometer saaat ngacir di Lintasan Lurus dengan Ducati 999 seingat saya adalah 195 km/jam !! Menurut Pitcrew Ducati Racing team lap time saya berkisar 2 : 7 detik – 2 menit 13 detik. Wah kalo bener 2 menit 7 detik . .. udah improve 3 detik dongg dari pekan kemaren . . .lumayaaann
Saya Hanya satu Jam bercengkerama dengan Superbike Ducati 999 ini .. .  Setelah beberapa lap . . . istirahat, perut mual euyyyy plus pusing . . . dehidrasi kali yah? Udah kayak Stoner musim 2009 xixixixixi Langsung Bilang sama ketua Kloter,  Bro Satar untuk menyudahi karena nggak mau memaksa Fisik yang baru recovery ini. nah dari Acara test ride ini saya Yakin Bahwa Tubuh ini pun nggak siap untuk ikut test Ride Minerva R150VX Jakarta-Bandung . .. terimakasih Pak Jade, Satar Indobiker, Rekan-rekan DDOCI, dan Sirkuit Sentul . . . semoga bermanfaat
Taufik of BuitenZorg
sedikit spesifikasi Ducati 999
Type: L twin cylinder, 4 valve Testastretta Desmodromic, liquid cooled
Displacement: 998 cc
Bore and stroke: 100 x 63.5 mm
Compression Ratio: 11.4:1
Power: 103 kW – 140 HP @ 9750 rpm
Torque: 109 Nm – 11.1 Kgm @ 8000 rpm
Fuel injection : Marelli Electronic Fuel Injection, 54 mm throttle body
Exhaust: Single steel muffler, with catalytic converter
Emissions: Euro 2

Galleri Touring Etape Terakhir Honda Vario 125 Banyuwangi-Tabanan Bali

Standard


38_otw-to-tabanan
Bro sekalian, kemarin tmcblog beserta 3 rekan blogger lainnya Yakni Mas Saranto, Iwan banaran dan Ardi P sani mendapatkan kesempatan berharga kembali dari Astra Honda Motor (AHM) selaku ATPM Motor Honda untuk mencoba Etape terakhir dari Rangkaian  1.398 km Touring Jawa-Bali dari varian Terbaru mereka Yakni Honda New Vario Techno 125. Blogger Start dari tempat yang sama saat dulu test ride Revo AT yakni Hotel Mirah Banyuwangi bersama mas Tedy Suryadi dari AHM dan kawan kawan Komunitas. Iring iringan Konvoi 12 Motor New Honda Vario 125 ini dipimpin oleh dua bro dari Komunitas ViBERS (vario Independent Bali RIDERS )
:roll: The Bloggers
:roll: start dari Hotel Mirah
:roll: di Pelabuhan penyebrangan ketapang
Di depan iring iringan konvoi ada motor Brigade Motor, Mobil DenWal, dan Safety Car. Dibelakang juga dah siap mobil Bantuan Teknik Honda, Ambulans, dan mobil pendukung serta pengangkut media . . .pokoke panjang, sampai sampai hampir memenuhi satu kapal Ferry sendiri. Sampai di Pelabuhan Penyebrangan Ketapang Kami harus menunggu kira kira setengah jam untuk bisa masuk ke Kapal Ferry.
Perjalanan di atas very cukup menyenangkan kami semua blogger berbaur cair dengan para Jurnalis di geladak Ferry ngobrolin segala hal termasuk bagi bagi informasi tentang dunia Motor tentunya he he he. Sampai di Gilimanuk, kapal nggak dapet space kosong, terpaksa nyempil paling kiri pelabuhan . . . cuma dapet tempat mendarat se’ emprit ‘ bro . . . terpaksa turun dengan hati hati, alhamdulillah ke 12 vario 125 selamat mendarat di Pulau bali
Oh ya Rencana Perjalanan diubah dari rencana berhenti di negara menjadi terus Gilimanuk-Tabanan Non Stop . . . whuiiih lebih dari 100 km tuh . . .mantab jaya, Perjalanan mayoritas dilakukan dengan speed touring, mayoritas manteng dikisaran 75-90 km/jam . . . edaaaann, ini rata rata lebih kenceng dari saat etape Purwokerto-bandung kemaren dengan Mio J, mungkin karena treknya yang seikit lebih mulus   . . . bener bener ngetest endurance. Namun jalur Gilimanuk Negare tetap menjadi favorite karena di beberapa spot masih terlihat lengang jadi bisa geber kenceng, mas Tedy dan mas IWB mengaku mencapai top speed 110 km/jam di trek Gilimanuk Negare itu dengan kecepatan yang dibatasi oleh road captain, jadi kita  inisiatif bikin space dulu lalu geber sekenceng kencengnya, tapi tentu nggak maksimal karena trek kurang panjang . .. kalo lebih panjang mungkin bisa dapet lebih . . . jadi barisan tetep rapi . ..Namun Kondisi jalan yang cukup banyak spot lubang menjadi tantangan sendiri untuk mengetest durabilitas suspensi dan velg Vario 125 . . . sampe Tabanan gak ada yang peyang tuh Velg
mendekati Tabanan jalanan kembali menyuguhkan panorama menarik dengan deburan Ombak pantai selatan bali yang menjotok ke Lautan lepas Samudra Hindia . . . spot ini yang nggak tmcblog dapatkan dulu saat test ride revo AT. sungguh merupakan sensasi tersendiri dalam mengendarai motor, menghirup udara pantai . . . nyampe di Tabanan, perut langsung lapeeer terlebih sekali salah jalan dan muter muter di Tabanan he he he . . . Oke bro silahkan simak Galeri 40 gambar gambar selama Perjalanan menyenangkan ini, terimakasih kembali kepada AHM atas kesempatan ini, kedepan baru kita bahas segala hal tentang Vario 125 ini menurut tmcblog ya.
18-otwto-negareE
Oh ya secara Keseluruhan Menurut AHM Touring yang mencapai mileage 1.398 km ini mencapai beberapa prestasi yakni antara lain Konsumsi bahan bakar teririt adalah 78,8 km/liter yang dibukukan pada rute Yogyakarta-Solo. Rata-rata penggunaan konsumsi bahan bakar sepanjang perjalanan pada semua motor adalah 58,1 km/liter. Adapun top speed tertinggi diraih di rute Pamanukan-Cirebon dengan kecepatan 126 kilometer/jam melibatkan banyak media dan Setidaknya 19 klub bergabung dalam kegiatan untuk menguji skutik terbaru Honda ini, yaitu: dari Jabodetabek terdapat Honda Scoopy Club (HSC), Balaraja Honda Matic Club (BHATIC), Honda Vario Club (HVC), Honda BeAT Club (HBC), Honda BeAT Club (HBC), Honda Vario Riders Club (HVRC). Selain itu ada Scoopy Club Bandung ( Scuba), Vario Riders Club Karawang, Asosiasi Honda Matic Cirebon, Vario Semarang (VS), Vario Tegal Club, Vario Matic Club Solo (Vmacs), Motor Vario Purwodadi, Jogja Vario Community (Javacomm), Jogja BeAT Riders (JBR), Vario Club Surabaya (VCS), Surabaya Scoopy Community (SSC), Surabaya BeAT Club (SBC), dan Vario Bali Riders (VIBERS).
Taufik of BuitenZorg