Rabu, 17 April 2013

GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 Seri I

Standard

fb GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 Seri I
GT Radial Speed Offroad 2013 02 460x306 GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 Seri I
LAMPUNG [DP] — Seri perdana GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 yang digelar  pada 6-7 April 2013, di sirkuit Perumahan SpringHill, Kemiling, Lampung, berlangsung seru. 
Kejuaraan nasional offroad yang sudah berlangsung untuk ketiga kalinya ini merupakan komitmen PT Gajah Tunggal Tbk untuk terus mendukung perkembangan olahraga off-road di Indonesia.
Jawara rally dan off-road nasional, seperti H. Rio Teguh dan Rifat Sungkar yang turun untuk pertama kalinya di trek speed off-road bersama Mitsubishi Pajero Sport, ambil bagian dalam kejuaraan ini.
Kedua pebalap ini dipertemukan di SS 5 dan 6. Aksi keduanya di track menjadi tontonan  seru penonton, pasalnya mobil yang ditumpangi H. Rio Teguh sempat terbakar namun tidak menghambat laju H. Rio Teguh untuk keluar sebagai juara di kelas FFA.
Sebagai sponsor utama untuk kejuaraan tahun ini GT Radial mengeluarkan ban Savero Komodo MT dengan ukuran 27 x 8.5 R 15, yang digunakan untuk kelas G1 dan kelas G4, kelas baru untuk kendaraan UTV (Utility Task Vehicle).
Sebanyak 134 starter dari 21 tim turut ambil bagian dalam kejuaraan off-road yang paling bergengsi di Indonesia ini. Selain peserta yang menjadi rekor terbanyak sepanjang event speed off-road di tanah air, lebih dari 12 ribu penonton menyemuti gelaran kejurnas ini.
GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 terbagi dalam beberapa kelas, yaitu  G1 (1-4 kelas dengan mesin 4 cylinder), G2 (1-3 kelas dengan mesin 5 cylinder), G3 (1-3 kelas, FFA), dan G4 (1-4 kelas, untuk UTV).
Disini performa GT Radial Savero Komodo MT diuji dilintasan yang penuh tikungan tajam dengan kondisi tanah yang keras dan tidak merata, sebagian berlumpur dan bagian lainnya kering karena faktor cuaca yang tidak menentu, kadang panas dan kadang hujan.
“Kondisi tanah disini keras, jadi tekanan angin ban harus diperhatikan. Kalau tekanan angin keras, ban akan licin. Kalau tekanan anginnya rendah, kemungkinan ban akan lepas dari velg. Karena itu saya menjadi tertantang.” ujar Julian Johan dari GT Radial Team Kitah Speed Offroad team.
Sementra, Rifat Sungkar yang menjadi juara di kelas G3.1, mengungkapkan, bahwa ban Savero Komodo MT nyaman digunakan saat tikungan tajam.
“Savero Komodo MT enak buat belok, tapi kalau over power jadi under steer. Sedangkan Savero Komodo Extreme, gripnya tajam dan sangat mendukung untuk cornering,” tambahnya
GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 akan dilaksanakan sebanyak 5 seri dan seri kedua selanjutnya akan berlangsung di Serang pada tanggal 11-12 Mei 2013 mendatang.
GT Radial Savero Komodo MT Speed Offroad Championship 2013 2013 Seri I:
Kelas G1.1 : Agan Hasstex – Dery (GT Radial Tirezone Tegal Speed Offroad Team)
Kelas G1.2 : Cheppy Hidayat – Aji 
Kelas G1.3 : Agam – Yayan Trabas
Kelas G1.4 : H. Deny – M. Iman (GT Radial Total Tang City Off-Road Team)
 
Kelas G2.1 : Emir Irwan – Kosim
Kelas G2.2 : Unggul – Lanang D.
Kelas G2.3 : Dana Karya – Riski 
 
Kelas G3.1 : Rifat Sungkar – M. Indra Prasetyo
Kelas G3.2 : TB. Adhi – A. Faisal
Kelas G3.3 : H. Rio – M. Akil (GT Radial Pakelo Springhill Team)
 
Kelas G4.1 : Perdy
Kelas G4.2 : Dony – Usep
Kelas G4.3 : Supardi – Supriani
Kelas G4.4 : Baihaki – Yasin Fadilah
 
© 2013, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved

Honda CTX700 & CTX700N Siap Beri Pengalaman Unik

Standard

fb Honda CTX700 & CTX700N Siap Beri Pengalaman Unik
honda ctx700n 8 460x306 Honda CTX700 & CTX700N Siap Beri Pengalaman Unik
SLOUGH (DP) – Honda akan memasarkan Honda CTX700 dan Honda CTX700N di Eropa mulai musim gugur 2013 untuk menawarkan pengalaman unik lagi. Keduanya mengadopsi Dual Clutch Transmission (Transmisi Kopling Ganda) – memungkinkan perpindahan gear secara otomatis atau pengendara bisa melakukan perpindahan gear secara manual.
Honda mengklaim CTX700 dan CTX700N sebagai sepedamotor yang menerjemahkan konsep baru CTX (Comfort Technology Experience). Keduanya gesit dan dapat menikung dengan sangat baik berkat penempatan komponen-komponen berat mendekati pusat gravitasi kendaraan dan distribusi bobot depan-belakang optimal.
CTX700 dan CTX700N mengandalkan mesin 2-silinder 670cc SOHC berpendingin zat cair. Tenaga yang dimuntahkan 47 hp.
Honda memperkenalkan teknologi DCT ke Eropa pada Mei 2010 pada Honda VFR1200F. Dan populasi semua sepeda motor Honda yang menggunakan DCT melebihi 12500 unit. Teknologi ini ditemukan pula di Honda Integra, NC700X, NC700S dan Crosstourer. [dp/Ind]
© 2013, Majalah Otomotif Online by. Dapurpacu.com. All rights reserved.

celana CHINO ?

Standard

Beberapa hari yang lalu di kota Bandung kedatangan trend  baru untuk kalangan anak muda cowok maupun cewek. Bandung memang menjadi trendsenter untuk dunia fashion cara berpakaian anak-anak muda untuk daerah-daerah lainnya di Indonesia selama ini. Trend yang sedang merambah negara Asia dan Eropa termasuk Indonesia adalah trend Celana Chino.
Celana chino menarik perhatian karena bahannya yang ringan dan kelihatan elegan saat dikenakan. Anda pasti tau kan celana formal berbahan kain berkantung satu dibelakang yang sering dipakai bapak-bapak? Nah hampir seperti itulah celana chino. Namun tentu dong model celana ini tetap berbeda dari celana kain itu. Bahan celana chino memang dari kain, tapi kainnya ini agak lebih tebal. Dan tentunya banyak style dan warna yang makin digemari oleh anak muda.
Bahan kain yang digunakan di celana chino adalah kain yang terbuat dari katun atau khaki yang lembut dan halus tidak seperti jeans yang keras dan kaku , tetapi ada juga yang materialnya terbuat dari katun twill yang sedikit kaku dan keras.
Jadi tunggu apalagi, anda yang selalu ingin berpenampilan fashionable jangan mau ketinggalan untuk mengenakan celana chino ini, tentunya anda jadi makin percaya diri untuk berpergian mengenakan celana chino

Yamaha V-Ixion, Mengarah ke Ducati Monster

Standard


Basis Yamaha V-ixion coba dirombak demi dapatkan tampilan gagah ala Ducati Monster. Hasilnya, nampak di motor harian yang dipakai oleh Duwoh Hasono atau yang biasa disapa Mamad. Pria ini, seorang pengajar di PAUD Tunas Harapan, Kab. Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai seorang guru yang mengajar anak-anak usia dini, tidak mematikan kreatifitasnya untuk selalu menghasilkan karya-karya modifikasi. “Disamping mengajar, saya juga membuka bengkel modifikasi. Dan, motor ini hasil kreasi sendiri,” buka Mamad yang pede membawanya ke sekolah.

Sebagai maskot bengkel, pengetahuan dan keahliannya dicurahkan secara maksimal. Sehingga dari sisi kualitas material dan desain tetap bisa dipertanggungjawabkan. Disamping itu, motor ini juga dipakai sebagai untuk menarik konsumennya nanti.

Bicara modifikasi, V-ixion ini coba mengacu pada tampilan Ducati Monster. Terlihat dari desain deltabox yang model teralis dengan penggembungan di sektor tangki bahan bakar.

“Deltabox dari V-ixion tetap dipertahankan. Tapi, buat menyamarkan, dikasih kelir dengan warna hitam serupa dengan rangka,” bebernya.

Selanjutnya, sasis ‘tubular’ baru pun dibuatkan dari bahan pipa setebal 3 mm. Sedangkan untuk diameternya, dipilih sebesar 2 cm yang dirasa sudah mewakili tampilan gahar sang Monster.
Untuk penggembungan tangki, agar serasi dan proporsional dari segi tampilan, fiberglass dipilih untuk melapisi tangki asli. “Kita lakukan trial and error, karena tidak ada ukuran yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Sehingga, desainnya kita serasikan dengan tampilan keseluruhan,” jelas lulusan STAIN Salatiga ini.

Sedikit mengalami kesulitan, ketika menentukan komposisi bahan pembuat fiber untuk mendapatkan kondom tangki yang kuat. “Untuk meramu serat fiber, memang belum mempunyai pengalaman. Jadi, harus diulang beberapa kali sehingga hasil yang didapatkan kuat dan tidak mudah patah,” tambah Lutfi, rekan Mamad yang turut andil dalam proyek ini.

Tampilan depan sudah mendukung sebagai Monster, berikutnya ubahan pindah ke sektor belakang. Untuk menonjolkan kesan street fighter, buritan mengalami pemapasan rangka sehingga motor terlihat lebih padat dan berisi.

“Untuk rangka belakang, dipotong 20 cm. Lalu, dibuat sedikit nungging dengan membuatkan dudukan baru untuk footstep belakang,” urai pria asli Sragen, Jawa Tengah ini. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR 120/70-17
Ban belakang: Swallow 150/70-17
Setang: Yamaha Byson
Lampu: Custom
Duwoh: 0857-27969111

Yamaha R6, Modif Ringan Habiskan Rp 50 Juta!

Standard


Tampilan motor Yamaha R6 yang sudah berkesan gagah, ternyata tak cukup bagi Felice, pemilik R6 berwarna putih keluaran tahun 2011. Dengan konsep racing look, Ia pun kemudian mempercayakan R6 kesayangannya dimodifikasi di bengkel Baru Motor Sport (BMS).
Demi mewujudkan keinginan Felice, Ariawan sang owner BMS, mendesain Yamaha R6 ini dengan tampilan Nakano Edition, yang membuatnya tampak warna-warni tapi tetap terlihat elegan. Desainnya terinspirasi dari desain helm sang pembalap MotoGP ini.

Warna-warna mencolok seperti ungu, biru, merah, hitam dan putih, menjadi kombinasi yang apik sehingga membuat Yamaha R6 menjadi eyecatching.
Sementara itu, bagian kaki-kaki juga dirombak untuk memperkuat tampilan racing yang ingin dihasilkan. “Di bagian kaki-kaki, saya pasang kaliper Brembo GP4RX, yang membuat tampilan racing pada motor ini menjadi kuat. Sedangkan untuk master rem, saya gunakan Brembo RCS-19 untuk menghasilkan pengereman yang maksimal. Oh iya footstep Rizoma juga terpasang di motor ini,“ jelas Ariawan.
Di knalpot, Ariawan memasang knalpot Arrow GP Series. “Untuk bagian detil-detil penguat citarasa racing look, motor ini kita lengkapi dengan frame slider Rizoma, jalu stang Rizoma, windshield MRA dan spion Baracuda,“ rinci Ariawan.

Waktu pengerjaan motor ini sendiri tidak memakan waktu lama, hanya sekitar dua minggu. “Tidak lama karena memang barang-barang yang digunakan bersistem plug and play. Soal biayanya, habis sekitar Rp 50 juta rupiah,“ tutup Ariawan sambil senyum. (motorplus-online.com)
 
Data Modifikasi Yamaha R6
Kaliper : Brembo GP4RX
Master Rem : Brembo RCS-19
Knalpot : Arrow GP Series
Footstep : Rizoma
Tutup Tangki : Rizoma
Spion : Baracuda
Frame Slider : Rizoma
Handgrip : Rizoma
Jalu Setang : Rizoma
Windshield : MRA
Tabung Minyak Rem : Rizoma
Modifikator : Baru Motor Sport (BMS)
Jalan Palmerah Barat no 25, 08191511371

Kaisar Ruby 250, Kepincut Drag Style

Standard


Konsep drag style, tak hanya booming di skubek. Tapi, di kalangan pacuan V-twin engine juga ada dong! Toh di luar negeri, contohnya di Amerika, banyak juga V-twin engine yang dikhususkan untuk berlari di lintasan lurus dan jadi primadona.

Maka dari itu, rumah modifikasi Hantu Laut Custom (HLC) yang dikomandoi Donny Permana, memilih aliran ini untuk mendandani Kaisar Ruby 250 yang memiliki konfigurasi mesin V-twin. “Yang penting hasilnya memuaskan dan sesuai konsep yang sebelumnya dibicarakan,” papar Rasyid Rida, sang owner Ruby yang bukan penyanyi rap Flo Rida ini. He,he,he

Tentunya bukan hanya karena alasan enggak mau kalah dengan tampilan skubek. “Pingin memperkenalkan bahwa aliran bernuansa pacuan balap custom itu enggak hanya café racer. Tapi, drag style juga enak dilihat,” kata Donny yang sekarang tenar dipanggil DHL dari markasnya di Jl. H. Nawi Raya, Gg. Haji Jeni No. 78, Gandaria, Jakarta Selatan.
Karena kontruksi Ruby memang sudah mendukung konsep drag style, jadi hanya penyesuaian di beberapa bagian saja. Seperti buntut belakang yang dipotong sekitar 10 centimeter.

Lalu, back bone di retouch agar tampil beda dibikin pakai pipa seamless diameter 1,5 milimeter. Uniknya, bila dilihat, buntut terlihat mirip kepunyaan café racer. “Tapi, ini bukan café racer ya. Sangat beda lho,” kekeh DHL yang bukan jasa pengiriman itu.

Agar terlihat lebih ceper, sok belakang pakai punya Honda Phantom. Enggak lupa, bagian mesin upgrade dari 250 cc jadi 400 cc,” tutup DHL.  (motorplus-online.com)



DATA MODIFIKASI

Ban: Sinko 5.00 x 16
Lampu set: Aftermarket
Knalpot: Handmade
Cat: Metal Flake dan Gold Leaf
HLC: 0818-1810-78

Kawasaki ER-6n, Eye Cathing dan Stylish

Standard


Terus terang, Kawasaki ER-6n standar saja estetikanya sudah terjamin. Naked yang nggak terlalu telanjang, sedikit sentuhan fairing menonjolkan  ‘otot’ dan sangat padat. Penampilan begitu nggak juga memuaskan Nobert Auryn, seorang speed junkie asal Jakarta. Buatnya, ER-6n wajib mendapat sentuhan customized dibantu builder juga painter, Tomi Airbrush alias Tomea.

Langkah bolt on pakai peranti berkelas adalah konsep yang diinginkan brother yang akrab disapa Akong ini. Sepatbor belakang plus hugger berkolaborasi dengan  peranti merek Bikers untuk beberapa bagian. Mulai bracket spion, stabilizer sok juga pijakan kaki depan-belakang.

Throttle gas pakai Domino menunjang akselerasi penerus daya di belakang yang pakai pelek  Kawasaki ZX-6. Ya, supersport dari pabrikan semerek. ”Performa pendukung memang harus mumpuni, master rem depan pakai Brembo RCV19. Sedangkan master kopling pakai merek Accusato yang buatan Italia. Begitu juga dengan slang rem yang pakai produk branded. Yaitu, Hell,” tandasnya.
   
Beres estetika pendukung performa, lantas revisi bodywork pabrikan. Buntut belakang, Akong nyaman memilih  produk R&G dengan lampu belakang model LED. Konsen semi naked, setengah muscle bike dituntaskan dengan pilihan fairing full set carbon kevlar sampai detail tutup tangki milik produk Driven.
Ketidakpuasan itu pun berlanjut terus. Paling akhir, Akong mengaplikasi knalpot dengan merek keren di dunia para motorsportmania. Ya, saluran buang bermerek Akrapovic.

Akong  memang penggila modifikasi. Saat tulisan ini turun, doi sedang bertandang ke Bangkok Motoshow 2013. Alasanya simpel. Doi ingin mencari inpirasi modifikasi untuk motor-motor lainnya.

Yang pasti, yang tampilannya rada beda dengan modif yang sudah ada sebelumnya. “Ntar ya, kita tampilin lagi motor saya yang lain. Janjian foto lagi saja bisa kan,” bangganya.

Siap bro. Support! (motorplus-online.com)

Honda Tiger, Hanya Menyisakan Mesin!

Standard


Bengkel modifikasi, memang seharusnya punya motor modifikasi yang digunakan sebagai sampel atau pembuktian kemampuan dalam melakukan ubahan di motor. Dari sampel motor tersebut, selanjutnya akan bisa digunakan sebagai acuan dan juga rujukan bagi konsumen yang datang untuk melakukan modifikasi.

Seperti itu juga yang coba diterapkan oleh Lutfi Nurseha, komandan dari Wangsinawang Custom dari bengkel modifikasi yang ada di Kec. Tengaran, kab. Semarang, Jawa Tengah. Bengkel yang kerap menangani customized motor sport ini memang telah mencuri perhatian dengan karya-karyanya yang tergolong berani.

Seperti yang tampak pada Honda Tiger yang menjadi andalan pemiliknya untuk menggaet konsumen. Motor ini telah dapatkan perlakuan khusus, sehingga tampangnya sudah berubah total.

Gaya street fighter memang begitu kental terlihat pada motor tersebut. “Praktis hanya menyisakan mesin. Sedangkan yang lainnya, full custom,” buka Lutfi yang asli Suruh, Kab. Semarang ini.

Untuk menonjolkan tampang sebagai petarung jalanan, frame standar diistirahatkan. Gantinya dibuatkan dengan bahan baru dan desain baru pula. Rangka sudah mengalami desain ulang, memanfaatkan pipa besi tubular dengan diameter 1,5 inci dan 3 inci. Rangka dibuat menyatu dari depan sampai belakang. Sehingga timbul kesan kekar.
Berikutnya yang tidak kalah menariknya, adalah desain lengan ayun. Dipilih model pro arm untuk menopang ban belakang. Dengan lengan ayun model ‘pincang’ tersebut, dibutuhkan tingkat kepresisian yang tinggi. Sehingga, kenyamanan motor saat dipakai turing jarak jauh tetap terjaga.

“Lengan ayun ini dibuat sendiri dengan bahan pelat besi. Bentuknya menyesuaikan kekuatan bahan dan kemampuan mesin. Sehingga, ketika aplikasi swing arm ini, kerja mesin tidak banyak terbebani,” ungkapnya.

Kesulitan yang dihadapi saat merancang pro arm tersebut adalah mencari titik tengah dari roda belakang. Karena jika posisi roda belakang tidak berada di tengah, maka hal itu akan berpengaruh pada transfer putaran dari mesin ke roda belakang. Bisa jadi, terhambat.

“Pemilihan roda belakang juga berpengaruh terhadap desain dari pro arm yang kita buat,” jelas pria yang memilih pelek dan ban belakang dari mobil tanpa sebutkan lebar pelek itu sendiri. Ketika pro arm sudah jadi dan dipasangkan dengan roda belakang, sedikit timbul masalah.

“Butuh torsi lebih buat putar roda belakang yang lebar. Gir depan sering kalah,” lanjut pria yang juga pendiri Minor Fighter Salatiga ini. Mengatasinya, gir depan dibuatkan dudukan tersendiri pakai laher. Sehingga diharapkan mampu menarik roda belakang. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Dunlop 120/70-17
Ban belakang: Michelin 190/50-17
Pelek belakang: V 2000
Lampu depan: Honda BeAT
Wangsinawang Custom: 0857-2796-9111

Membangun Supermoto Sulit ?? Belum Tentu…

Standard

Kata-kata di atas selalu menghantui benak saya pada tahun 2006-2007 lalu. Kenapa ? karena saya ingin sekali membangun sebuah kendaraan Supermoto. Informasi yang saya miliki kala itu juga terbatas. Dimana saya mencari aksesorisnya ? dimana saya mencari komponennya ? Kepada siapa saya akan berkonsultasi ??
Hanya dengan berbekal kliping dari tabloid, majalah dan referensi internet akhirnya saya memberanikan diri untuk membangun sebuah kendaraan supermoto.
Dari titik ini saya kemudian menyimpulkan bahwa untuk membangun supermoto, basis kendaraan yang harus digunakan adalah motor trail/ enduro dengan spesifikasi jalan raya. Tetapi tetap saja darimana mulainya ?
Kala itu saya sudah memiliki sebuah motor enduro (Husqvarna WR125) tahun 2002 dengan mesin 2 tak dan sebuah motor jalan raya Yamaha Scorpio 225 tahun 2004. Alternatif yang ada dalam pikiran saya adalah (1) modifikasi roda untuk motor enduro atau (2) modifikasi total Scorpio menjadi sebuah supermoto…..
Masing-masing alternatif itu memiliki kelebihan dan kekurangan. Jika saya memaksakan membangun supermoto berbasis Enduro built up tentu saya akan kesulitan jika berkendara di jalan raya karena saya tidak memiliki surat resmi. Walaupun secara teknis jauh lebih mudah. Jika saya membangun supermoto berbasis Yamaha Scorpio tentu tidak masalah dari segi izin, tapi kendala tersulit adalah mencari komponen-komponennya.
Setelah merenung beberapa hari, akhirnya saya memutuskan menggabung kedua alternatif di atas. Keputusan yang saya ambil adalah menggunakan mesin Scorpio di body Husqvarna. Istilah ini sudah dikenal dengan namaengine swap.
Apa yang harus dilakukan ? ada beberapa langkah yang saya gunakan dalam membangun supermoto impian ini. Langkah tersebut adalah (1) menurunkan mesin scorpio lengkap dengan pengapian dan kabel-kabelnya – termasuk melepas mesin 2 tak yang ada di husq WR125 (2) Melakukan modifikasi rangka agar mesin scorpio masuk dalam frame dan body husqvarna (3) Memodifikasi tangki, dan dudukan body agar proporsional (4) mengganti velg, roda dan menyetel semuanya agar sempurna di jalan raya (5) test drive…..
Mesin
Mesin motor husq ternyata cukup mudah untuk di lepas. Dengan membuka beberapa baut dan melepaskan beberapa kabel mesin sudah lepas dari dudukannya. Kemudian saya melepas mesin Scorpio berikut kabel dan pernak pernik lain (gas, engine starter, engine cut-off, saklar lampu utama dan lampu sign, aki). Kendala terbesar pertama adalah rangka husq tidak bisa digunakan sebagai tumpuan atau dudukan mesin Scorpio. Mesin 2 tak yang kecil dan ringan tidak bisa disamakan dengan mesin 4 tak yang besar dan ternyata cukup berat.
Rangka
Untuk memasukkan mesin, tentu patokan yang saya ambil adalah seperti apa frame di scorpio – bentuk double cradle frame seperti Yamaha Scorpio ini jarang saya temui di kendaraan tipe motocross atau enduro. Alhasil saya harus melakukan pemotongan rangka (dudukan) mesin yang berada di bawah triple clamp sampai ke sambungan swing arm di bawah. Setelah dilakukan pemotongan, saya menggunakan sepasang besi yang kemudian di-roll agar sesuai dengan posisi dan dudukan mesin scorpio. Proses roll ini cukup memakan waktu karena semua dikerjakan secara coba-coba (trial n error) – Setelah melalui proses yang cukup lama akhirnya semua bisa terpasang sempurna.
Yang harus diperhatikan dalam proses pemasangan mesin ini, adalah dudukan mesin yang harus center dimana nantinya akan berpengaruh pada kestabilan dan sistem penggerak (rantai) dari gear depan ke gear belakang.
Body
Setelah selesai dengan urusan mesin, langkah selanjutnya adalah memastikan semua komponen body terpasang sempurna. Kendala awal saya rasakan pada tangki bawaan Husq. Pada tangki orisinil, karena menggunakan mesin 2 tak yang relatif lebih boros, ukuran tangki cukup besar dan lebar. Masalah timbul saat mesin Scorpio sudah terpasang; tangki mentok di mesin !! Jalan keluarnya adalah mendisain ulang dan membuat tangki baru. Tangki baru selesai – selanjutnya adalah memadu-padankan cover body, side cover dan spakbor. Tidak lupa komponen elektronik seperti engine starter, engine cut-off, lampu utama, lampu sign, dan lampu rem.
Penggunaan tangki baru dan posisi sub-frame yang berubah membuat saya memutar otak untuk mencari dudukan aki dan filter udara. Dengan sedikit modifikasi yaitu membuat dudukan dengan plat tipis semua bisa teratasi.
Untuk memastikan semua sudah sempurna, saya melakukan test-ride di seputaran rumah. Berbagai kondisi jalan saya lalui – terakhir semua saya buktikan dengan mengikuti Trabas Merdeka VII (Bandung-Kadipaten-Kuningan)
Di event Trabas Merdeka ini, secara teknis kendaraan sudah cukup baik. Mesin, kelistrikan, sistem penggerak, suspensi dan handling tidak ada masalah. Kendala yang saya alami hanya kanvas rem belakang yang saat ini sudah habis. Saya mengakalinya dengan mengganti kanvas rem bawaan husqvarna dengan modifikasi milik Yamaha Yupiter Z.
Velg dan Roda
Dengan anggaran yang tidak terlalu besar, saya mengganti velg eksisting dengan velg supermoto berukuran 17”. Dengan membeli velg lokal (saya lupa mereknya) yang berukuran lebar 3” dan 3,5” serta ban Bridgestone Battlax BT-45 R (ukuran 120/17/70 dan 130/17/70). Tanpa masalah berarti velg dan roda terpasang sudah…
Tidak lupa agar lebih kentara identitasnya, saya tambahkan decals berupa stiker yang sederhana.
Dengan berbekal roda ala supermoto saya mencoba keliling kota dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana.
Benar kan….modifikasi supermoto itu tidak sulit ??

TEST RIDE MINERVA-SACHS 250 SUPERMOTO

Standard

test-minerva-250

Apa sih yang didapat ketika riding motor anyar hanya satu putaran? Tentu saja tidak cukup banyak riding feeling yang didapat. Itulah kondisi yang terjadi beberapa saat setelah launching Minerva Sachs 250, Selasa, kemarin.
PT Minerva Motor Indonesia (MMI) menyediakan tiga unit motor test Minerva Sachs 250: sport fairing, naked bike, dan supermoto. Berhubung yang mau njajal banyak dan lintasan terbatas, peserta pun dibatasi hanya satu putaran yang sekitar 400 meter.
Saya memilih model supermoto, karena sejak awal naksir dengan bodi jangkung dan modelnya yang out of the box dibanding motor-motor lain di Tanah Air. Menurut saya, desain unik namun tidak ndeso inilah yang menjadi pemikat penyuka sepeda motor di Indonesia. Termasuk saya yang kesengsem sama model supermoto.
Bagaimana soal ketahanan bodi? Terus terang saya kurang tahu soal ini. Yang jelas, trek supermoto disebutkan 70 persen adalah tarmac (aspal) dan 30 persen tanah (dirt) dengan sejumlah jump. Tentu ini berbeda dengan arena motocross yang murni lempung dan table top menjulang. Dan tentu, menurut saya, rangka motor yang terlahir sebagai dirtbike, trail, dan semacamnya, konstruksinya lebihstiff dibanding motor biasa.
minerva-sachs-250m
Soal rangka Minerva yang dipasok Megelli, menurut pendapat saya, Megelli sudah memperhitungkan sejauh mana kekuatan konstruksi model ini untuk digunakan di (sebagian besar) jalan raya dan lintasan tanah.
Sekarang soal mesin. Awalnya saya surprise dengan keterangan di brosur yang menyebutkan power maximum sebesar 20,5 DK pada 8500 RPM. Sedikit di atas Yamaha Scorpio yang mampu menyemburkan daya maksimum 19 PS pada 8,000 RPM.
Yang jadi persoalan, klaim pabrikan itu, menurut saya agak berlebihan. Saya perhatikan beberapa teman yang ngetest – walau singkat, mesinnya ngeden pada saat akselerasi awal. Itu juga yang saya rasakan ketika menjajal model supermoto. Akselerasi lemot, kaya kampas kopling yang sudah terkikis.
Kekurangan lain, perpindahan antar gigi keras dan susah. Apalagi untuk menetralkan dalam kondisi mesin hidup: susah banget! Ternyata rekan saya, Nandar dari MotoRev juga mengalami hal yang sama. Begitu pula komentar para tester lain. Padahal tuas kopling sudah ditekan habis.
persneling-250m
Jarak tuas persneling dan footpeg terlalu jauh. Sukar mencongkel. Apalagi persneling keras dan susah netral.
Untuk menetralkan gigi, terpaksa mesin harus saya matikan dulu. Barulah persneling mau dinetralkan. Fyuuuh….
Secara ergonomi, tuas persneling juga terlalu jauh dengan footpeg. Ukuran kaki saya yang 41, dengan sepatu biker Tomkins rada sulit menggowel tuas. Belum lagi tuas persneling yang keras.
Oh iya, saya menjajal dengan berboncengan. Pengen tahu seberapa dinamis gerak suspensi belakang. Berat saya 58 kilogram, sementara teman saya, Muhib, bobotnya 70 kilogram. Total berat 138 kilogram. Plus berat motor 116 kilogram.
Dalam posisi diam, jarak antara rear huger (spatbor kolong) dan mufler undertail sekitar tiga jari tangan. Kira-kira rawan mentok nggak ya? Toh, sepertinya pengendara motor ini jarang untuk boncengan. Nggak enak dilihat kali ya?
Bagaimana dengan handling?. Nah, ini yang saya rasakan mantap. Setang model fatbar secara ergonomi nyaman saya pegang. Untuk manuver lincah. Sayangnya, saya terkendala masalah gigi persneling itu.
Secara garis besar saya menyarankan kepada MMI untuk memperbaiki sedikitbug itu: akselerasi lamban, persneling keras, dan susah netral. Jika itu sudah bisa diatasi, saya yakin akan makin banyak biker yang tergoda meminang ketiga seri Minerva-Sachs 250 ini. Jadi selain gaya di jalan, performa juga mendukung.
Mungkin sedikit review diatas masih prematur, karena test ride yang terbatas waktu dan lintasan. Lain waktu saya berharap MMI menyediakan lintasan dan lokasi yang lebih memadai untuk ngetest. Bukankah produk test itu merupakangolden choice pabrikan?

modivikasi

Standard

Hoaahhhmmm  ,  selamat  pagi  mas bro  !  :D    ,  telah sejak lama mas bro pengujung warung ini  menanyakan   estimasi  &  berapa  to  biaya   untuk  memodifikasi  bebek  menjadi  trail  /  supermoto?  ,  yowis  ini  dia  detail  &  biayanya
karisma supermoto
karena  goal dari  project  ini  adalah  ” daripada motornya  nganggur,  daripada  si karisma 125  ga  kepakai  di  gudang ”  ,  maka  perpaduan  pemakaian  part  menggunakan   beberapa  asesoris  &  part  yang  telah  terpasang sebelumnya  di padu  dengan  part  yang  telah  saya  masukkan  dalam  list  daftar  belanjaan  :D
charge  riris
sektor  kemudi  kebetulan  ngidam  stan original yamaha  byson   yang  baplang  &  nyaman  ,  nah  ini  kebetulan  dapet  Hibah  dari komentator lama  mas bro ”Kids”  gara2  vixionnya  saya  bengkelin ,   yang sekarang  jadi  tetangga  saya  :mrgreen:   agak bengkok dikit namanya juga bekas  :lol: ,  sementara  spion  ori  CS1  menyempurnakan pengintipan  pandangan  ke arah belakang ,  handle  gas  handle brake  &  kopling  ori  komplit punya  Mega pro
Karisma 125  supermoto
body set , bisa didapatkan banyak d dapat  di  toko  variasi   (  ekor   , R/L  cover  body belang,  shroud R/ L  ,  jok  ,  tangki plastik  , spetbor depan  memakai  body  variasi  KLX / D tracker 150   bahan  plastik  thailand )  ,  rear  fender  /   spetbor  belakang  ori  second   KLX 150 komplit dengan stop lamp  muahal kalau  yang ini  cari  second  nya  mana  susah  lagi  !    , sementara  lampu  sein   belanja  secara  terpisah  100ribuan  / pcs
wpid-1344461459-picsay.jpg
proses  paling  ribet  &  lama  &  juga  memakan biaya  paling banyak adalah  rancang bangun  Frame  / rangka  ,  body work &  painting  ,   dengan  memotong   total  frame  tulang  belakang   hingga  tinggal  rangka  tengah  pertemuan  dengan   engine  mounting  ,   rangka   under bone  di perkuat  dengan  pipa  tambahan ,  awalnya  mau  di bikin frame   model  sport  ,  tapi  diperkirakan dengan  hanya  mengusung  mesin  yang  kecil  ,  diurungkan  niat  karena   akan  membuat  bobot  semakin  berat!
IMG_2114
shock  telescopic  depan  dapat  second  ori  Mega pro  komplit  dengan  segitiga fork  ,   tromol  ,  disc brake  &  caliper-master  brake  ,    bagian   yang oranye  menyerupai  teralis  itu  adalah  pemanis  kamuflase untuk menutup  kekosongan  pertemuan  body  dengan  sayap  shroud ! :mrgreen:   namun  ada  fungsinya  yaitu  ketika  motor  terjatuh  frame  segitiga  oranye  tersebut berfungsi  menjadi frame  slider  melindungi  body  plastik :cool:
IMG_2115
sementara saat  Trial  pertama  ,  dirasakan  sudut Rake  kemudi  terlalu  selonjoran  karena  masih mempertahankan  rumah komstir dengan  posisi  rangka  bebek  ,   agar  serasi &  nyaman  saat  bermanufer  ,  maka  rumah  komstor  akhirnya  di  potong  dari  rangka  nya  ,   kemudian  di  Las  ulang  dengan  posisi  sudut  rake  yang  agak  tegak  !  ,  hasilnya  semakin  gagah  &  rebound suspensi depan  semakin  empuk  :D   ,  tabung telescopic  di  perpanjang  sekitar  5cm  dengan membuat  tabung  bubutan  yang  di  sambung ke  ulir
IMG_2116
swing  Arm   hand made  dengan  material  swing Arm  original  yamaha  old Vega /  force  1    ,   kemudian  dibuatkan  dudukan  monoshock   serta  ditambah  stabilizer penguat  dengan  pipa galvanis  ,  wheel base swing arm aslinya  juga  diperpanjang  agar  muat  dimasuki  Ban  ring  17  dengan   profil  lebar  ,  mono  shock menggunakan  YSS  , rebound nya  mantaB
super moto
head lamp  juga  memakai  KLX  namun  spull  penerangan si  karisma  ini  sudah  agak  soak  jadi  kalau  Rpm  rendah  nyala  lampu  kurang  terang  ,  maka  saya  tambah  1  unit  Luxeon 10 watt  di  sebelah  spetbor depan  ,  cukuop  terang  untuk  riding  malam  hari :D ,  karet  pelindung  telescopic  dipasang  untuk  melindungi dari  debu  &  lumpur ,  cover  telescopic  putih  juga  sebagai  pemanis ,  ban  depan   90/80 -17  ,  ban  belakang  simpanan lama  120/70 – 17
IMG_4580 - Copy
velg  masih  mengandalkan  barang  simpanan lama  ,  V rossi  italy  yang  masih  kokoh  sampai sekarang  dan  sudah  tidak  beredar  di  pasaran  :cool:   oiya itu  di  sektor  buntut ada  handle  grip  yang  mirip  panggangan  sate  :mrgreen:    selain  untuk  mengankat body motor  saat  parkir  juga  bisa  mengikat  barang bawaan  ,  hand made buatan  purwakarta  :D
slide supermoto
tromol  belakang  bawaan  ori  karisma 125  yang di  buatkan  hub  dudukan  cakram  serta  disc  original  satria  120 R  yang  di  baut  ke  tromol  asli  ,  kaliper  &  master  dengan  Nissin  KW  ,  cukup  menggigit  untuk  sekedar hard brake !
knalpot  menggunakan  muffler simpanan  lama  saja  daripada  ga  kepakai  :mrgreen:   . Nob1  triovale  dengan custom  header pipe  menyesuaikan  konstruksi  yang  baru  ,   awalnya  header pipa  mau  di buat  style  cross  melintang  diatas  block  mesin  ,  namun gagal  karena  mentok  dengan  dudukan  kopling  manual  ,  yo  wis  ga apa apa  lewat  bawah crank case  :D
CBR  & supermoto
ini  dia  daftar  belanjaan  tambahan  hingga  menyulap  bebek  menjadi  supermoto :arrow:
1.Ban 90/80                                                                               Rp  150.000,-
2.telescopic 2nd  +tromoldisck brake set                     Rp.1000.000,-
3. jeruji + stel velg   1wheel                                                 Rp 70.000.-
4.spetbor KLX 2nd   + stop lamp                                       Rp 350.000,-
5.body KLX  set  + tangki & jok                                          Rp 750.000,-
6.head lamp  2 x buy                                                             Rp 180.000,-
7.sein belakng  KLX  1 pcs                                                   Rp 100.000,-
8.bracket hand grip belakang                                            Rp 125.000,-
9.spetbor depan                                                                      Rp  75.000,-
10.swing arm  old yamaha Vega custom                     Rp  150.000,-
11. spion  honda CS 1                                                             Rp  75.000,-
12 mono shock  YSS                                                             Rp  360.000,-
13.rumah  kopling + kampas kopling                           Rp  430.000,-
14.luxeon                                                                              Rp   200-220rb,-
15.karet  shock                                                                      Rp 70.000 ,-
16.cover shock                                                                       Rp 50.000,-
17.footstep   FU                                                                     Rp80.000,-
18.footstep  depan cross                                                    Rp 70.000,-
19.bubut  perpanjang  shock                                            Rp.100.000,-
20.Rantai + gear sprocket                                                 Rp.140.000,-
21.kabel gas Win                                                                     Rp.20.000,-
22.Filter koso                                                                           Rp 150.000,-
23.As roda  Vega                                                                     Rp 35.000,-
24.bearing bearing roda                                                      Rp.60.000,-
25.Aki kering                                                                            Rp.120.000,-
26. body work , welding & painting                                Rp.1.600.000,-
Total                       + ———————
Rp 6.530.000,-
IMG_4505 - Copy
oke  sementara  project   restorasi  si Riris  supermoto  menelan  Biaya  Rp  6.530.000,-     hmmmmm  puas  sich  daripada  beli  motor  baru!   ini itu tinggal  tunjuk sesuai selera  &  kemauan hati  :mrgreen:    ,  Pengen refresh tapi  Ga pengen  Motor  baru ???   ikutan aja  riwayat yang ditempuh si Riris  :cool:
special thanks  to  the  Builder  &  old  comentator  ,   kang  ” Yahonsuwakanja”  :mrgreen:
salam from warung DOHC  , Wassalamu’alaykum